Senin, 08 April 2013

Urus KTP Jakarta, Petugas di Kelurahan Minta Rp 400 Ribu

foto: E-KTP
ANDIKABAR.BLOGSPOT.COM - Setelah kehilangan semua surat-surat berharga dan beberapa kartu penting lainnya pada 27 September lalu ketika sedang menunggu busway di Halte Bundaran HI, Transjakarta, saya memutuskan untuk mengurus KTP domisi Jakarta. Kebetulan, KTP yang ikut raib digondol copet adalah KTP daerah dan masih berlaku saat tugas kerja dari Makassar, Sulsel, ke Jakarta sekitar dua tahun lalu.

Karena tak dibekali dengan surat keterangan pindah dari kecamatan setempat -resmi dipindahkan secara permanen per 1 Juli 2012- saya tetap memutuskan untuk mengurusnya ke kelurahan dengan membawa surat keterangan hilang dari pihak kepolisian.

Saya kemudian mendatangi kantor Kelurahan Sukabumi utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (2/10/2012), dan diterima seorang pria yang duduk di dalam sebuah ruangan pertama ketika masuk yang menghadap ke pintu utama. Setelah menjelaskan kedatangan saya, ia kemudian menyatakan tak bisa mengurusnya karena tak ada keterangan surat pindah.

Saat itulah ia tiba-tiba menawarkan kepada saya. "Kalau mau sih bisa, asal bayar Rp 400 ribu," katanya. Saya tersentak. Dengan pura-pura menerima tawaran itu saya pun bernegoisasi dan ia kemudian memperkenalkan saya kepada seorang pria di dalam ruangan lain.
"Kalau mau bayarnya sama bapak yang di sana," katanya, sambil menunjuk ke arah ruangan yang terletak di selatan kantor kelurahan. Ia pun mengatakan, KTP jadi dalam waktu 10 hari, namun nomornya kemungkinan tidak terdaftar.

"Ya namanya nembak. Kalau KTP-nya sudah selesai sebaiknya pindah saja," katanya, sambil tersenyum. Saya kemudian memutuskan untuk tidak mengikuti 'permainan kotor' ini dan mengatakan akan kembali besok. Namun, petugas ini memaksa dan mengatakan saya sebaiknya ngobrol dengan bapak yang harus saya temui tempat membayar Rp 400 ribu jika saya sepakat dengan pembuatan KTP 'nembak' Jakarta.
Saya beralasan harus berangkat kerja dan sudah terlambat yang membuat petugas ini menyerah untuk menyeret saya mengobrol dengan bapak yang ia maksud untuk membahas pembuatan KTP saya.

Memberikan uang kepada petugas dengan cara seperti itu sama halnya memberikan peluang besar untuk bersemainya korupsi mulai dari skala kecil.

 Penulis: Widiyabuana Andarias 
sumber : Tribunnews
(asf)

Kurikulum 2013 Berdampak PHK Ribuan Guru

foto: guru sekolah
Draf Kurikulum 2013 akan membuat ribuan guru kehilangan pekerjaan. Salah satunya  adalah guru yang mengajar Teknolgi Informasi Komunikasi dan Bahasa Inggris di berbagai SD, SMP dan SMA.

Retno Litsyarti, perwakilan dari  Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), mengatakan akan ada ribuan guru bahasa inggris yang kehilangan pekerjaan karena kurikulum ini. Ia mengatakan hal ini karena ada banyak kelebihan guru ditengah minimnya jam mengajar yang akan diterapkan pemerintah.

"Guru bahasa inggris akan dibatasi, karena di SD sudah dihapus dan Kurikulum 2013 memangkas jam pelajaran Bahasa Inggris, makanya ada banyak guru nganggur karena stok guru melebihi jam mengajar di SD, SMP dan SMA, saya pekirakan ada 1000 guru lebih yang kehilangan pekerjaan," katanya di Jakarta, Minggu (07/04/2013).

Menurut perhitungannya, jumlah ini diambil dari  320 sekolah di DKI Jakarta dengan jumlah minimal 3 guru bahasa inggris per sekolah yang akan menganggur. Maka ada 1000 orang yang akan menganggur di Jakarta.
Itu belum termasuk dengan  32 provinsi di indonesia. Dan jumlah itu, belum termasuk dengan penghapusan mata pelajaran  Teknologi Informasi Komunikasi.

"Ini belum bisa saya perhitungkan besarannya, soalnya saya tidak tahu jumlah guru teknologi informasi keuangan di Indonesia," katanya.  (asf)

Polisi Tangkap Mahasiswi Pembuang Bayi

ilustrasi: ibu membuang bayi
ANDIKABAR.BLOGSPOT.COM - Polsek Jatinangor berhasil mengungkap pelaku pembuangan bayi. Saat ini pelaku pembuangan bayi dirawat di RS Polri Sartika Asih Bandung. "Setelah menemukan mayat bayi yang dibuang di depan salah satu tempat kos, polisi langsung bergerak dan berhasil mengungkap pelaku pembuangan bayi," kata Kapolsek Jatinangor, Kompol Rikky Aries Setiawan, Minggu (7/4/2013).

Menurutnya, pelaku sudah ditetapkan menjadi tersangka. Namun karena kondisinya sakit selepas melahirkan, pelaku dirawat di RS Polri Sartika Asih. "Penyidik masih terus mengembangkan dan memeriksa beberapa saksi terkiat pembuangan bayi ini," katanya.

Disebutkan, pelaku pembuangan bayi adalah salah seorang mahasiswi perguruan tinggi negeri di Jatinangor berinisial In (20). Mahasiswi semester empat FISIP ini asal Jakarta dan tinggal di salah satu tempat kos. "Pelaku ditangkap di salah satu tempat kos di Jatinangor," katanya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, mayat bayi laki-laki yang baru dilahirkan ditemukan warga Kampung Ciawi, Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Jumat (5/4/2013) pagi. Mayat bayi malang itu dibungkus plastik bekas bungkus bad cover ditemukan di halaman pondok Yellow Lili.

Di bungkusan mayat bayi itu, polisi juga menemukan surat wasiat. bayi laki-laki malang itu diperkirakan meninggal enam jam sebelum ditemukan. Kematian bayi malang itu diduga akibat pendarahan dari plasenta dan juga kedinginan. Tali ari-ari sudah lepas tapi masih mengeluarkan darah dan tubuh bayi itu juga masih terlihat berdarah.  (asf)